Untuk menulis teks eksplanasi itu tidak boleh sembarangan. Anda harus memahami langkah-langkahnya dulu agar dapat menulisnya dengan benar. Maka dari itulah, sebelum membuatnya, susun dulu teksnya. Supaya Anda bisa lebih mudah mengerjakannya. Beberapa langkah-langkahnya adalah meliputi menentukan dulu tema teksnya. Setelah itu, kumpulkan sumber referensinya. Bagian ini harus bisa dipertanggungjawabkan.

Bila referensinya sudah cukup, silahkan susun kerangka teksnya. Kemudian, Anda bisa langsung menyunting teksnya. Sebelum membuatnya, Anda harus tahu dulu kaidah kebahasannya. Karena kaidahnya ini berbeda sekali dengan teks pada umumnya. Beberapa diantaranya meliputi, memakai kausalitas, konjungsi, seperti karena, sebab, oleh sebab itu, sehingga, dll. Banyak kaidah yang bisa digunakan.

Teks ini memakai konjungsi kronologis yang berkaitan dengan waktu. Misalnya, seperti kata lalu, kemudian, setelah itu, akhirnya, dan pada. Explanation text juga umumnya selalu memakai kata benda yang berkaitan dengan sebuah fenomena. Jadi, dalam teks ini tidak menceritakan kata ganti penceritanya. Penulis harus memakai istilah kata yang sesuai dengan topiknya.

Cara Membuat Teks Eksplanasi

Untuk membuat explanation text ini, Anda bisa memulainya dengan cara menentukan temanya dulu. Karena teks apapun pasti ada topiknya. Maka dari itulah, tentukan dulu fokus dari topik utamanya sebagai landasan penulis saat akan menjelaskan uraiannya. Untuk menentukan topik ini harus memperhatikan banyak hal. Yaitu, harus menarik isinya teksnya untuk pembaca.

Selain itu, topiknya harus sesuai dengan bidang studi penulis dan jarang ditulis orang lain. Jadi, topik yang menarik ini bisa diambil dari fenomena yang dibicarakan masyarakat. Misalnya seperti fenomena hujan es. Selanjutnya, setelah menentukan topiknya, silahkan susun kerangka teksnya. Bagian yang satu ini tidak boleh terlewatkan.

Kerangka teks eksplanasi merupakan gambaran pola tentang topik yang akan dikembangkan. Kerangka ini bisa bermula dari hal yang sederhana sampai rumit. Singkatnya, kerangka teks ini terdiri dari identifikasi fenomena, proses, dan ulasannya. Sedangkan disetiap bagiannya pasti ada sub sub topiknya. Sementara untuk lebih jelasnya, penulis harus membuat kerangkanya secara mendetail.

Anda juga harus menentukan jumlah paragrafnya dan membuat kalimat utama pada setiap paragraf. Bila dibutuhkan, maka ilustrasi fenomena bisa ditambahkan. Setelah itu, Anda bisa melengkapi dengan rujukan ke sumber referensi yang pernah dibaca sebelumnya. Disini Anda bisa membuat kerangkanya dengan cara mengembangkan topik utamanya lebih spesifik. Semuanya harus urut kronologisnya.

Tips Meringkas Teks Eksplanasi

Meringkas merupakan kegiatan menyajikan karangan teks yang bentuknya lebih singkat. Sehingga, saat melakukan kegiatan ini, Anda harus menentukan dulu ide pokok dari karangan yang panjang. Ide pokok itu sendiri harus disusun ke dalam tulisan yang lebih padat dan singkat. Tujuan meringkas adalah supaya pembacanya mudah memahami isi karangan yang panjang.

Untuk bisa meringkas sebuah teks eksplanasi ini, Anda harus memperhatikan beberapa hal berikut ini dulu! Yaitu, harus membaca dulu teks yang mau diringkas sampai habis secara menyeluruh. Supaya peringkasnya tahu isi karangannya, mereka harus membacanya 2 hingga 3 kali dulu. Agar nantinya ide pokok paragraf bisa ditemukan.

Dalam hal ini, penulis bisa mencari ide pokoknya dalam setiap paragraf teks. Kemudian, ide pokoknya harus disusun menjadi sebuah kalimat yang pendek. Bila memungkinkan, silahkan padatkan atau ringkas lagi teks tersebut. Anda bisa menceritakan lagi teks tersebut memakai kata-kata sendiri. Namun, tentunya harus tetap sesuai dengan teks eksplanasi yang diringkas.

Leave a Comment